Laporan Tutorial 6 Skenario A



There is document - Laporan Tutorial 6 Skenario A available here for reading and downloading. Use the download button below or simple online reader.
The file extension - PDF and ranks to the Documents category.


177

views

on

Extension: PPTX

Category:

Documents

Pages: 1

Download: 24



Sharing files


Tags
Related

Comments
Log in to leave a message!

Description
Download Laporan Tutorial 6 Skenario A
Transcripts
LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK 20 LAPORAN TUTORIAL TUTORIAL 7 Widia Warmi 702010002 Ardina Sovyana 702010003 Shofwatul Ulya 702010004 Tiffany Reza Putri 702010007 Mesfa Junny 702010011 N Novi Kemala Sari 702010022 Heni Ayu Purnama 702010037 Ricky Dwi Putra 702010056 Ringga Alifiandika M 702010057 Taufiq Putera T 702010022 Chika Virlita 702009043 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG 2013 OUTLINE Skenario Kasus Klarifikasi Istilah Identifikasi Permasalahan Analisis Permasalahan Hipotesis Kerangka Konsep I SKENARIO KASUS Tn Agus, 25 tahun, seorang buruh bangunan sedang bekerja di lantai 2 tiba-tiba terjadi kebakaran dilantai tersebut, dan api menyambar Tn Agus, kemudian Tn Agus menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 2 Perut Tn Agus membentur benda keras, lengan kiri dan kanan mengalami luka bakar dan ia juga mengeluh nyeri dan bengkak di paha kiri atas 15 Menit kemudian ia dibawa ke UGD RSMP dalam keadaan sadar dan mengeluh nyeri pada perut da paha kiri serta nyeri pada daerah luka bakarnya Pemeriksaan Primer (Primary Survey) menunjukan tanda-tanda : Tanda vital: Pasien sadar, berat badan 55 kg, Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 114x/menit, RR 24x/ menit, temp axilla 36,5oC Pemeriksaan sekunder (Secondary Survey) : -Kepala: Tidak terdapat jejas, Mata: tidak ada kelainan, Telinga dan hidung, Mulut: pasien bisa berbicara -Leher: dalam batas normal, vena jugularis datar (tidak distensi) -Thoraks: Inspeksi : Tidak ada jejas, frekuensi 24x/menit, gerak nafas simetris Palpasi: nyeri tekanantidak ada, krepitasi tidak ada, stem fremitus sama kiri dan kanan Perkusi: sonor kanan dan kiri Auskultasi: Suara paru vesikuler, suara jantung jejas, reguler -Abdomen: Inspeksi: Tampak jejas abdomen di kiri atas Palpasi: Nyeri tekan kuadran kiri atas abdomen Perkusi: Timpani, pekak, di abdomen kiri atas Auskultasi: Bising usus terdengar diseluruh bagian abdomen -Ekstremitas superior: Terdapat luka bakar pada lengan anterior atas dan bawah di bagian kiri dan kanan Ditemukan warna kulit kemerahan dan terbula -Ekstremitas inferior Regio Femur sinistra: Inspeksi: tampak deformitas, soft tissue swelling Palpasi: Nyeri tekan, arteri dorsalis pedis teraba, ROM: Aktif di daerah sendi lutut dan panggul   Data tambahan : Foto thoraks AP: dalam batas normal, foto servikal lateral: dalam batas normal, foto femur sinistra AP/LAT: tampak fraktur femur 1/3 proximal transversal, cum contractionum, pada saat dipasang kateter urin: keluar urin jernih sebanyak 50 cc II KLARIFIKASI ISTILAH Luka bakar : Hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, termal, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, gigitan serangga Nyeri : Perasaan tidak nyaman/menderita yang disebabkan rangsangan dari ujung-ujung syaraf Bengkak : Menjadi besar karena suatu penyakit, salah satu dari peradangan, salah satu pembesaran yang morbid Primary Survey : Pemeriksaan cepat untuk menentukan kondisi yang mengancam nyawa Temperature Axilla : Panas dinginnya suhu tubuh yang diukur pada regio axilla Secondary Survey : Mencari perubahan-perubahan yang dapat berkembang menjadi lebih gawat yang mengancam jiwa (head to toe) Distensi : Penggelembungan atau pelebaran Jejas : Perlukaan Bula : Lepuhan, suatu lesi kulit yang berbatas jelas mengandung cairan meninggi biasanya diameterny lebih dari 5mm Krepitasi : Suara bergerak dikarenakan terjadi penggesaka ujung-ujung tulang yang patah Deformitas : Perubahan bentuk tubuh sebagian atau seluruhnya Tissue swelling : Pembesara abnormal pada jaringan sementara pada bagian atau daerah tubuh tertentu Fraktur : Pemecahan suat bagian khususnya tulang Cum contractionum : Penggeseran searah sumbu III IDENTIFIKASI MASALAH Tn Agus, 25 tahun, seorang buruh bangunan sedang bekerja di lantai 2 tiba-tiba terjadi kebakaran dilantai tersebut, dan api menyambar Tn Agus, Perut Tn Agus membentur benda keras, lengan kiri dan kanan mengalami luka bakar dan ia juga mengeluh nyeri dan bengkak di paha kiri atas Tn Agus menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 2 15 Menit kemudian ia dibawa ke UGD RSMP dalam keadaan sadar dan mengeluh nyeri pada perut da paha kiri serta nyeri pada daerah luka bakarnya Pemeriksaan Primer (Primary Survey) menunjukan tanda-tanda Tanda vital : Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 114x/menit Pemeriksaan sekunder (Secondary Survey) : -Abdomen: • Inspeksi: Tampak jejas abdomen di kiri atas • Palpasi: Nyeri tekan kuadran kiri atas abdomen • Perkusi: Timpani, pekak, di abdomen kiri atas • Auskultasi: Bising usus terdengar diseluruh bagian abdomen -Ekstremitas superior: Terdapat luka bakar pada lengan anterior atas dan bawah di bagian kiri dan kanan Ditemukan warna kulit kemerahan dan terbula -Ekstremitas inferior Regio Femur sinistra: Inspeksi: tampak deformitas, soft tissue swelling Palpasi: Nyeri tekan, arteri dorsalis pedis teraba, ROM: Aktif di daerah sendi lutut dan panggul 6 foto femur sinistra AP/LAT: tampak fraktur femur 1/3 proximal transversal, cum contractionum IV ANALISIS MASALAH 1Tn Agus, 25 tahun, seorang buruh bangunan sedang bekerja di lantai 2 tiba-tiba terjadi kebakaran dilantai tersebut, dan api menyambar Tn Agus   A Apa dampak api menyambar Tn Agus? Jawab : Dampak dari Luka bakar adalah jaringan yang terkena bisa mengalami kerusakan atau kehilangan baik sebagian atau seluruhnya Keadaan ini dapat menyebabkan : Infeksi Ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit) Distress pernapasan Syok hipovolemik Kecacatan Kematian B Apa penyebab dan klasifikasi luka bakar? Jawab : Luka bakar dapat disebabkan : Luka Bakar Suhu Tinggi(Thermal Burn) a)Gas b)Cairan c) Bahan padat (Solid) Luka Bakar Bahan Kimia (Chemical Burn) Luka Bakar Sengatan Listrik (Electrical Burn) Luka Bakar Radiasi (Radiasi Injury) Klasifikasi luka bakar dapat dibedakan menjadi : Berdasarkan Kedalaman luka bakar, yaitu : Derajat I (luka bakar superfisial) Berdasarkan Kedalaman luka bakar, yaitu : Derajat I (luka bakar superfisial) Luka bakar hanya terbatas pada lapisan epidermis Derajat II (luka bakar dermis) Luka bakar derajat dua mencapai kedalaman dermis tapi masih ada elemen epitel yang tersisa seperti sel epitel basal, klenjar sebasea, kelenjar keringat, folikel rambut, Derajat III Luka bakar meliputi seluruh kedalaman kuli, mungkin subkulit, atau organ yang lebih dalam Luas Luka Bakar Dalam dunia kedokteran perkiraan luas luka bakar yang banyak digunakan adalah dengan menggunakan metoda rule of Nine dari wallace dengan membagi tubuh seseorang yang terkena luka bakar menjadi beberapa area, yaitu 1) kepala dan leher = 9% ; 2) lengan kiri = 9% , lengan kanan = 9% ; 3) badan bagian depan = 18% , badan bagian belakang = 18% ; 4) Tungkai kiri = 18% , tungkai kanan = 18% ; 5) genitalia = 1% total = 100% Artikel ini dibuat sakainget, Bagaimana anatomi dan fisiologi kulit pada kasus ini? Jawab : 1 ANATOMI KULIT Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin EPIDERMIS Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam): StratumKorneum Stratum Lusidum Stratum Granulosum Stratum Spinosum Stratum Basale (Stratum Germinativum) Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans) DERMIS Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin” Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm Dermis terdiri dari dua lapisan : ·  Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang ·  Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi SUBKUTIS Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber Bagaimana patofisiologi luka bakar? Jawab : A Fisiologi syok pada luka bakar akibat dari lolosnya cairan dalam sirkulasi kapiler secara massive dan berpengaruh pada sistem kardiovaskular karena hilangnya atau rusaknya jaringan dan peningkatan permeabilitas kapiler yang menyebabkan cairan, plasma, dan protein akan lolos atau hilang dari compartment intravaskuler kedalam jaringan interstisial Eritrosit dan leukosit tetap dalam sirkulasi dan menyebabkan peningkatan hematokrit dan leukosit Darah dan cairan akan hilang melalui evaporasi kulit yang meningkat sehingga terjadi kekurangan cairan Peningkatan metabolisme juga dapat menyebabkan kehilangan cairan melalui sistem pernapasan B Kompensasi terhadap syok dengan kehilangan cairan maka tubuh mengadakan respon dengan menurunkan sirkulasi sistem gastrointestinal yang mana dapat terjadi ilius paralitik (suatu keadaan akut abdomen berupa kembung /distensi abdomen, karena usus tidak berkontraksi akibat adanya gangguan motilitas), tachycardia dantachypnea merupakan kompensasi untuk menurunkan volume vaskuler dengan meningkatkan kebutuhan oksigen terhadap injury jaringan dan perubahan sistem Kemudian menurunkan perfusi pada ginjal, dan terjadi vasokontriksi yang akan berakibat pada depresi filtrasi glomerulus dan oliguri C Repon luka bakar akan meningkatkan aliran darah ke organ vital dan menurunkan aliran darah ke perifer dan organ yang tidak vital D Respon metabolik pada luka bakar adalah hipermetabolisme yang merupakan hasil dari peningkatan sejumlah energi, peningkatan katekolamin; dimana terjadi peningkatan temperatur dan metabolisme, hiperglikemi karena meningkatnya pengeluaran glukosa untuk kebutuhan metabolik yang kemudian terjadi penipisan glukosa, ketidakseimbangan nitrogen oleh karena status hipermetabolisme dan injury jaringan E Kerusakan pada sel daerah merah dan hemolisis menimbulkan anemia, yang kemudian akan meningkatkan curah jantung untuk mempertahankan perfusi F Pertumbuhan dapat terhambat oleh depresi hormon pertumbuhan karena terfokus pada penyembuhan jaringan yang rusak G Pembentukan edema karena adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan pada saat yang sama terjadi vasodilatasi yang menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dalam kapiler Terjadi pertukaran elektrolit yang abnormal antara sel dan cairan interstisial dimana secara khusus natrium masuk kedalam sel dan kalium keluar dari dalam sel Dengan demikian mengakibatkan kekurangan sodium dalam intravaskuler 2 Perut Tn Agus membentur benda keras, lengan kiri dan kanan mengalami luka bakar dan ia juga mengeluh nyeri dan bengkak di paha kiri atas Apa dampak perut Tn Agus membentur benda keras? Jawab : Dampak dari perut TnAgus yang terbentur benda keras yaitu bisa terjadi trauma abdomen, trauma pada organ-organ di abdomen, yang mana organnya terbagi atas organ padat dan organ berongga bisa menyebabkan rupture atau cedera Organ-organ tersebut, yaitu : - Organ padat : hati, limpa, pancreas dan ginjal - Organ berongga : usus kecil, usus besar, lambung dan kandung kemih Bagaimana anatomi dan fisiologi abdomen pada kasus? Organ yang mungkin terkena pada kasus ini dalam rongga abdomen dibagi menjadi dua, yaitu : a Organ Intraperitoneal  1 Limpa Merupakan massa jaringan limfoid tunggal yang terbesar dan umumnya berbentuk oval, dan berwarna kemerahan Terletak pada regio hypochondrium kiri, dengan sumbu panjangnya terletak sepanjang iga X dan kutub bawahnya berjalan ke depan sampai linea axillaris media, dan tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik Batas anterior limpa adalah lambung, cauda pankreas, flexura coli sinistra Batas posterior pada diaphragma, pleura kiri ( recessus costodiaphragmatica kiri ), paru kiri, costa IX, X, dan XI kiri 9 2 Lambung Merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan mempunyai 3 fungsi utama: (1) menyimpan makanan dengan kapasitas ± 1500 ml pada orang dewasa; (2) mencampur makanan dengan getah lambung untuk membentuk kimus yang setengah padat, dan (3) mengatur kecepatan pengiriman kimus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorbsi yang efisien dapat berlangsung Lambung terletak pada bagian atas abdomen, dari regio hipochondrium kiri sampai regio epigastrium dan regio umbilikalis b Organ Retroperitoneal 1 Ginjal Berperan penting dalam mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh dan mempertahankan keseimbangan asam basa darah Kedua ginjal berfungsi mengekskresi sebagian besar zat sampah metabolisme dalam bentuk urin Ginjal berwarna coklat-kemerahan, terletak tinggi pada dinding posterior abdomen, sebagian besar ditutupi oleh tulang iga Ginjal kanan terletak lebih rendah dibanding ginjal kiri, dikarenakan adanya lobus kanan hati yang besar 2 Pankreas Merupakan kelenjer eksokrin dan endokrin, organ lunak berlobus yang terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritonium Bagian eksokrin kelenjer menghasilkan sekret yang mengandung enzim yang dapat menghidrolisis protein, lemak, dan karbohirat Bagian endokrin kelenjer, yaitu pulau langerhans, menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat Pankreas menyilang bidang transpilorica Bagaimana pertolongan pertama yang harus dilakukan pada kasus ini? Jawab : Pertolongan pertama yang harus kita lakukan adalah meminta pertolongan kepada siapa pun, kemudian segeralah hentikan (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll) orang itu agar api segera padam Bila memiliki karung basah, segera gunakan air atau bahan kain basah untuk memadamkan apinya Kemudian tanggalkan pakaian si korban dan bawa orang yang mengalami luka bakar dengan menggunakan selimut basah pada daerah luka bakar Jangan membawa orang dengan luka bakar dalam keadaan terbuka karena dapat menyebabkan evaporasi cairan tubuh yang terekspose udara luar dan menyebabkan dehidrasi Orang dengan luka bakar biasanya diberikan obat-obatan penahan rasa sakit jenis analgetik : Antalgin, aspirin, asam mefenamat samapai penggunaan morfin oleh tenaga medis Tn Agus menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 2 15 Menit kemudian ia dibawa ke UGD RSMP dalam keadaan sadar dan mengeluh nyeri pada perut da paha kiri serta nyeri pada daerah luka bakarnya  Apa penyebab nyeri dan bengkak di paha kiri atas Tn Agus? Jawab : Fraktur pada region femoris sehingga menyebabkan spasme otot sehingga terjadi nyeri secara terus menerus dan bertambah berat sampai fragmen tulang diimobilisasi Pembengkakan terjadi sebagai akibat trauma dan pendarahan yang mengikuti fraktur Bagaimana Anatomi dan fisiologi regio femoris? Jawab : Di sebelah atas, femur bersendi dengan acetabulum untuk membentuk articulation coxae dan dibawah dengan tibia dan patella untuk embentuk articulation genus  Ujung atas femur memiliki : Caput femoris : membentuk kira-kira 2/3 dari bulatan dan bersendi dengan acetabulum os coxae untuk membentuk articulation coxae Collum femoris : menghubungkan caput dengan corpus, berjalan kebawah, ke belakang, dan leteral serta membentuk sudut 125 derajat dengan sumbu panjang corpus femoris Sudut dapat berubah akibat adanya penyakit Trochanter Mayor dan Minor : tonjolan besar pada taut antara collum dan corpus Corpus femoris : pada linea aspera melekat otot-otot dan septa intermuscularis ( pada bagian posterior yang berigi) Bagaimana mekanisme nyeri pada perut dan paha kiri atas serta nyeri pada daerah luka bakar pada kasus? Jawab : Mekanisme: melompat dari ketinggian hantaman benda tumpul menyebabkan sobek dan hematom subkapsular pada organ padat visera Hantaman juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan intralumen pada organ berongga dan menyebabkan rupture yaiturupture lien yang menyebabkan nyeri perut Apa saja klasifikasi nyeri perut? Jawab : Karakteristik Nyeri : Nyeri alih Nyeri alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari suatu daerah Nyeri kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietal akan dirasakan terus-menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang Nyeri kolik Nyeri kolik merupakan nyeri yang hilang timbul  yang menunjukkan suatu obstruksi organ berongga (lumen), organ yang berdinding otot (usus, empedu, duktus biliaris, ureter) Kolik merupakan nyeri viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, peningkatan tekanan intraluminar) Nyeri iskemik Nyeri perut dapat juga berupa nyeri iskemik yang sangat hebat, menetap, dan tidak menyurut Nyeri pindah  Kadang nyeri berubah sesuai perkembangan patologi Jenis nyeri perut Keluhan yang menonjol adalah nyeri perut Adapun jenis nyeri perut terdiri dari : 1     Nyeri Viseral Terjadi bila terdapat rangsangan pada organ atau struktur dalam rongga perut Peritonium visceral yang menyelimuti organ perut dipersarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak peka terhadap rabaan atau pemotongan 2      Nyeri Somatik   Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada bagian yang dipersarafi oleh saraf tepi, danluka pada dinding perut Nyeri dirasakan seperti ditusuk atau disayat, dan pasien dapat menunjukkansecara tepat letaknya dengan jari Apa interpretasi Tn Agus dalam keadaan sadar? Jawab : Interpretasi dari keadaan Tn Agus yang masih dalam keadaan sadar berarti suplai Oksigen masih baik dan sampai ke dalam otak dan juga tidak ada trauma cervikal Pemeriksaan Primer (Primary Survey) menunjukan tanda-tanda : Tanda vital: Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 114x/menit Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan primary survey? Jawab : a TD : 100/70 mmHg : Hipotensi b Nadi : 114 x/menit : Takikardi c Bagiamana hubungan antara tanda vital dengan ABCDE? Gejala Klinis Airway Breathing Circulation Disability Exposure Hipotensi - - + + Takikardi - - + - - Kesadaran - - - - - RR - - - - - T - - - - - Fraktur - - + - + Femur - - - - - Luka bakar - - - - + Trauma Abdomen - - + - + Pemeriksaan sekunder (Secondary Survey) : -Abdomen: • Inspeksi: Tampak jejas abdomen di kiri atas • Palpasi: Nyeri tekan kuadran kiri atas abdomen • Perkusi: Timpani, pekak, di abdomen kiri atas • Auskultasi: Bising usus terdengar diseluruh bagian abdomen   -Ekstremitas superior: Terdapat luka bakar pada lengan anterior atas dan bawah di bagian kiri dan kanan Ditemukan warna kulit kemerahan dan terbula -Ekstremitas inferior Regio Femur sinistra: Inspeksi: tampak deformitas, soft tissue swelling Palpasi: Nyeri tekan, arteri dorsalis pedis teraba, ROM: Aktif di daerah sendi lutut dan panggul Bagaimana interpretasi dari psekunder : Abdomen : Jawab : Inspeksi : tampak jejas di abdomen kiri atas Palpasi : nyeri tekan kuadran abdomen kiri atas Perkusi : timpani, pekak di abdomen kiri atas Auskultasi : bising usus terdengar diseluruh lapang abdomen Interpretasi : kemungkinan terjadi trauma di limpa Ekstremitas superior ? Jawab : Terdapat luka bakar pada lengan anterior atas dan bawah dibagian kiri dan kanan Ditemukan warna kulit kemerahan dan terdapat bula Interpretasi, Luka bakar derajat II - Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis - Dijumpai bullae - Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi - Dasar luka berwarna merah Ekstremitas inferior sinistra ? Jawab : Inspeksi : tampak deformitas, soft tissue swelling Palpasi : Nyeri tekan, arteri dorsalis pedis teraba ROM : aktif terbatas didaerah sendi lutut dan panggul Interpretasi : terjadi fraktur tertutup di paha kiri, arteri dorsalis pedis teraba menandakan tidak terjadi gangguan pada sirkulasi darah ke ekstremitas inferior foto femur sinistra AP/LAT: tampak fraktur femur 1/3 proximal transversal, cum contractionum Bagaimana interpretas dari data tambahan foto femur sinistra AP/LAT Jawab : Adanya frakur pada bagian 1/3 proksimal lateral dan terjadi pergeseran searah sumbu Apa saja pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan pada kasus ini? Jawab : USG : untuk memeriksa oragan abdomen yang lainnya Untuk melihat apakah ada rupture atau tidak Apa diagnosis pasti pada kasus ini? Jawab : Trauma multiple : Luka bakar derajat 2, ringan, trauma abdomen dan fraktur Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini? Jawab : Penatalaksanaan awal Sebelum dilakukan pengobatan definitive pada satu fraktur, maka diperlukan : Pertolongan pertama Pada penderita fraktur yang penting dilakukan adalah membersihkan halan napas, menutup luka dengan perban bersih dan immobilisasi fraktur pada anggota gerak yang terkena agar penderita merasa nyaman dan mengurangi nyeri sebelum diangkut dengan ambulans Penilaian klinis Sebelum menilai fraktur, perlu dilakukan penilaian klinis, apakah luka itu tembus tulang, adakah rauma pembuluh darah dan saraf ataukah trauma alat-alat dalam lainnya Resusitasi Kebanyakan penderita fraktur multiple tiba di rumah sakit dengan syok, sehingga diperlukan resusitasi sebelum diberikan terapi pada fraktur, dapat berupa pemberian tranfusi darah dan cairan lainnya Dalam kasus ini pasien harus segera diberikan resusitasi cairan (Ringer Laktat atau NaCl 09%) dengan dosis yang sesuai dengan berat badan pasien Cara Baxter Luas luka bakar (%) x BB (kg) x 4 mL Pada kasus = 9 x 55 x 4 = 1980 mL Separuh dari jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama Sisanya diberikan dalam 16 jam berikutnya Pada hari kedua diberikan setengah jumlah cairan hari pertama Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan hari kedua Prinsip umum pengobatan fraktur Ada enam prinsip pengobatan fraktur : Jangan membuat keadaan lebih jelek Pengobatan berdasarkan diagnosis dan prognosis yang akurat Seleksi pengobatan dengan tujuan khusus Menghilangkan nyeri Memperoleh posisi yang baik dari fragmen Mengusahakan terjadinya penyembuhan tulang Mengembalikan fungsinya secara optimal Realistic dan praktis memilih jenis pengobatan Seleksi pengobatan sesuai dengan individual Apa saja penyulit yang dapat dialami pada kasus ini? Jawab : Trombosisperna Pankreatitis Emboli Syok Hemmoragick Obstruksi usus Gagal ginjal kronik   Bagaimana peluang pada kasus ini? Jawab : Quo ad vitam : Dubia ad Bonam Quo ad fungsionam : Dubia ad Bonam Bagaimana kompetensi dokter umum pada kasus ini? Jawab : Luka bakar derajat 1 dan 2 : 4A Tingkat Kemampuan 4A: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter   Fraktur terbuka, tertutup 3B 3B Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pada pasien   Bagimana pandangan islam pada kasus ini ? Jawab : Al baqarah ayat 155 155 dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar V HIPOTESIS Tn Agus, 25 tahun mengalami trauma abdomen, fraktur fremur sinistra, dan luka bakar ringan derajat dua pada ekstremitas superior anterior karena multiple trauma VI KERANGKA KONSEP D:Jeffri WahyudiBLOK 20Skenario Akerangka konsepdocx THANK YOU 







Recommended
Laporan Tutorial 6 Skenario A

Laporan Tutorial 6 Skenario A

Darla Kinch

161 views

Laporan Tutorial Skenario 4

Laporan Tutorial Skenario 4

Jillian Cunniffe

128 views

Laporan Tutorial Skenario 3doc

Laporan Tutorial Skenario 3doc

Carlynn Imeson

134 views

1laporan Tutorial Skenario 3

1laporan Tutorial Skenario 3

Terri-jo Ventura

137 views

Bahan Tutorial Skenario 3

Bahan Tutorial Skenario 3

Brigitta Iansiti

119 views

Tutorial 2 Skenario 2

Tutorial 2 Skenario 2

Leticia Moses

130 views

Tutorial Skenario 3

Tutorial Skenario 3

Lyndel Leadbetter

153 views

Tutorial Skenario C 21

Tutorial Skenario C 21

Alberto Farrow

145 views

Jawaban Diskusi Skenario 3

Jawaban Diskusi Skenario 3

Natal Chevallier

112 views